Tuesday, August 30, 2016

Catatan Harian (Diary) Pangeran Wortel

catatan harian

Catatan harian. Hem… sebuah kata yang buat gue pengen muterin cerita pertamakali gue kenal namanya buku catatan harian yang orang sering sebut Diary atau Notebook (bukan keluarganya laptop, ya).

Geli, sih kalo diienget lagi. Tapi, ini memang kisa true story yang gue alami kenapa gue sampe sekarang masih punya Diary. Waktu itu gue masih SD kelas 6 semester 1.

Gue lari terbirit-birit ngejar adi temen kelas sebelah “Adi…….”

“Kenapa ru? Kok panik gitu?”

“Kamu ada binder gambar Spiderman gak?”

“Hahahahaha. Masa iya, cowok main binder. Ya aku gak ada. hahahaha. Akukan cowok gak akan main binder.” Adi pergi bersama temen-temennya sambil tertawa. Dasar onta!!!

Keesokan harinya.

Adi tiba-tiba nyamperin gue di kantin “Ru… Masuk ke kelasmu yok.” Adi narik dan maksa gue

“Aku masih makan di. Nanti kenapa? Kan istirahatnya masih lama.”

“Tukar binder yok.” Kalimat itu seperti tak berdosa keluar dari mulut Adi. Padahal kemaren…

Gue nahan ketawa, tapi akhirnya gak kuat “Hahahaha. Cowok kok main binder. Sanah, tuker sama yang cewek banyak tuh. Ada boneka barbie, hello kitty, kan lucu di…”

“………….” Adi hening dan celingukan ke mana-mana supaya gak ketahuan. Soalnya gue ngomongnya kenceng. Rasakan!!!

---o0o---

Kalo inget masa itu lagi, gue suka geli sendiri, sih. Kenapa gue bisa-bisanya main tukar binder. Padahal yang gue tulis gak ada. Belum lagi, untuk membeli buku binder itu, gue harus nabung 2 minggu dulu. Hahaha. Geli sendiri nulisnya.

Begitulah awal gue mengenal namanya catatan harian. Waktu itu gue sebenarnya terinspirasi dari temen gue. Dia anak orang kaya, sih.

Jadi, koleksi bindernya itu bisa banyak banget.

Makanya, gara-gara ngeliat dia punya binder isinya keren-keren, gue jadi pengen punya. Alhasil, gue menambung uang jajan buat beli binder itu selama 2 minggu.

Tapi, setelah udah punya koleksi banyak, gue jadi bingung sendiri.

Gak tau binder itu mau gue apain. Gak mungkin udah dibeli cuman buat tukeran karakternya doang. Sejak saat itulah gue mulai nyoba nulis cerita keseharian gue di binder itu. Kebiasaan itu terus berlanjut.

Bahkan sampe sekarang. Tapi, sekarang gak sampe tukeran karakter juga. Pernah, sih, kemaren. Nggak ding. Lagian binder kampus cuman putih doang, mau dituker sampe ikan lele bisa terbang, tetep itu-itu juga.

Cuman, bedanya catatan harian sekarang isinya gak kek dulu lagi. Dulu itu, yang paling sering gue catet adalah poin-poin dari kegiatan gue. Gak sampe nulis kok :

Dear diary,
Hari ini aku dijewer guru. Terus, siangnya aku dijewer lagi. Pas pulangnya, tetep dijewer. Aku kerenkan diary?
Selatbaru, 28 Januari 2000.

Gak sampe gitu lagi. Sekarang itu, catatan yang gue tulis lebih kepada ide dari cerita dan kisah-kisah kocak yang gue alami setiap hari. Ini soalnya menunjang banget untuk kegiatan gue sebagai seorang blogger tentunya.

Memang, sih, sekarang catatan harian itu bisa ditulis di smartphone, tapi gue tetep gak menemukan feel yang pas kalo ditulis di smartphone. Gue gak bisa nemuin sensasi membolak-balik kertas, mencoret-coret dengan gambar yang gak jelas. Mencium aroma notebook yang lusuh. 

Itulah yang membuat gue sampe sekarang masih memilih untuk menggunakan catatan harian di kertas. Bahkan ke manapun gue selalu usahakan untuk tidak melupakan catatan harian gue ini.

Hanya saja, akhir-akhir ini gue sendiri ngerasa minder, sih, karena kalo ketemu temen-temen kampus, mereka pada suka bawa catatan hariannya keren-keren. Ada yang bunga-bunga, ada yang berbatik ria, ada yang polos aja. Eh, itu punya gue.

Setelah gue pikir ulang, daripada gue minder mulu gak jelas, mending gue nyari solusi untuk membuat custom notebook gue sendiri. Akhirnya setelah nyari-nyari di IG, gue dipertemukan dengan @knockstore_project yang ternyata produk mereka bisa menjual custom notebook yang keren-keren banget.

About

Knockstore_project adalah bisnis online shop yang berdiri sejak pertengahan tahun 2013 di Kota Malang, Jawa Timur dan kemudian melihat notebook (buku catatan) pada saat ini bukan hanya sebagai sebuah buku untuk mencatat, akan tetapi sudah menjadi livestyle. Itulah alasan knockstore_project hadir untuk memudahkan orang yang ingin memiliki custom notebook.

Nih, contoh custom notebook yang sudah mereka produksi (kalo mau lihat lebih banyak, follow aja dulu) :

catatan harian (notebook)

Foto kiriman NOTEBOOK Custom (@knockstore_project) pada


Foto kiriman NOTEBOOK Custom (@knockstore_project) pada

Setelah ngeliat contoh custom notebook yang udah diproduksi Knockstore_project, Pangeran rencananya mau pesen notebook dengan karakter baru yang kalian lihat di tulisan wortel. Yakin deh, makin semangat buat nulis ide-ide baru untuk konten selanjutnya.

Nanti deh, kalo Pangeran udah order dan nyampe barangnya, bakal Pangeran review produknya, ya.

Terus, untuk harganya gimana Pangeran? Aman buat kantong, gak ni.


Untuk harga, kalian gak usah khawatir, deh. Nih, Pangeran kasi list harga yang mereka tawarkan :
Harga Rp. 55.000,- (Kategori Biasa)
  • Ukuran PxL (18x22 cm)
  • Hard cover Doff/glossy
  • HVS 80 gr Polos

Harga Rp. 70.000,- (Kategori menggukan Ring)
  • Ukuran PxL (18x22 cm)
  • Hard cover Doff/glossy
  • HVS 80 gr Polos

Pangeran, kalo gak punya IG tapi pengen beli, hubunginya ke mana?


Boleh. Tenang aja, Pangeran pasti kasi CP yang bisa kalian hubungi. Biar gampang, kalian bisa follow akun @knockstore_project atau hubungi CP di bawah Ini :

Contact Person
  • WhatApp : 0896-6382-8927
  • LINE @ : @bly5813f

Ow, ya. Pangeran pengen kasi tau nih, kalo kalian pengen ngasi kado catatan unik, custom notebook bisa jadi solusinya, lho. Kan jarang, tuh ada yang ngasi custom notebook jadi kado buat pacarnya. Ya, siapa tau selalu tertulis nama kalian di note itu… Kan ciyee gitu…

---o0o---

Pokoknya seneng banget bisa ketemu custom notebook di @knockstore_project, gue yang dulunya suka malu kalo bawa buku catatan gitu, keknya sekarang bakal pamer mulu, deh. Hahahaha. Jangan lupa diorder dan buat temen-temen kalian penasaran sama custom notebook ketje kalian.

Kasi tau aja, kalo pengen custom notebook keren, beli di @knockstore_project aja!!

Okelah, semoga hari-hari kalian makin keren dengan custom notebook ini. Tapi inget, jangan main tukeran karakter lagi, ya.. hehehehe. Pangeran wortel pamit. See you..

Image by : 
  • @knockstore_project

  • tulisanwortel.com

Readmore

Sunday, August 28, 2016

Hotel di Bandung dan Kisah yang Tak Sampai

hotel di bandung

Jika ada catatan sejarah hidup mengenai hal-hal yang gak tercapai dan dibukukan, mungkin gue orang pertama yang akan mendaftakan diri menulisnya.

Kenapa?

Karena tahun 2016 adalah tahun di mana banyak catatan hidup gue yang tak sampai. Bahkan, rencana yang udah gue atur dari 1 tahun yang lalu, harus kandas dengan 2 alasan yang cukup membuat gue sendiri gak tau harus berbuat apalagi.

Mungkin, kalo gue ceritain semua, butuh 60 lembar kertas A4 dan 140 lembar kertas A5. Tapi, gue gak akan ceritain yang udah berlalu cukup lama.

Tapi, gue akan menceritakan tentang tanggal 13 dan 14 Agustus 2016. Dua hari itu adalah sebuah impian dari 1 tahun yang lalu. Bahkan, sangking pengen mewujudkan impian itu, gue menuliskan lumayan besar di kamar gue.

Sekarang, tulisan itu udah gue bakar. Bukan karena gue pengen mengubur impian itu. Tapi, setelah gue pikir tulisan itu kebesaran dan ganggu yang lain, sih. Hehehe.


Impian apakah yang gue lewatkan itu?


#KOPDARNASIONALBE yang pertamakali dilaksanakan di kota kembang yaitu Bandung. Ini adalah moment paling nyesek yang pernah gue alami dalam urusan gagal. Biasanya, kalo gue gagal akan sesuatu, cukup hitungan jam, gue udah bisa kembali optimis lagi.

Kali ini beda. Kali ini gak sama. Kali ini berbading tebalik. Kali ini gak mirip. Terus aja gitu. :D

Yang jelas, setelah gue tidak bisa mewujudkan impian yang udah lama ini, gue butuh menata hati cukup lama. Bahkan, kalo disinggung dikit, gue bisa nge-bacok, ngebunuh dan jadi pemarah serta ngencintai-kamu-yang-sudah-menjadi-miliknya. Wortel...... Makasa abis.. 

Intinya gue gundah dan pasrah banget. Pengen rasanya gue nyeritain ke temen-temen yang udah menyiapkan acara ini sejak lama atur waktu, tempat, dana dan semuanya. 

Meskipun mereka setiap hari punya kesibukan masing-masing yang gue tau parah banget sibuknya. Tapi, dedikasi mereka untuk acara ini luar biasa. Terimakasih Team BE yang udah sukseskan KOPDAR NASIONAL BLOGGER ENERGY yang pertama kemaren. 

Sebanarnya, apa yang terjadi dengan gue ?


Kenapa gue gak bisa ikutan?


Ada begitu banyak alasan jika kalian tanya kenapa? Tapi, mungkin dua alasan ini yang bener-bener gak bisa gue paksakan untuk berangkat dan berjabat tangan dengan sahabat yang sudah lama gue kenal melalui grup Blogger Energy.

KONDISI GUE BELUM MEMBAIK. 

Kondiri kesehatan belum membaik

1 Minggu sebelum pergi ke acara #KopdarNasionalBE kemaren, gue memutuskan untuk mengecek kondisi badan gue. Apakah sudah bisa untuk perjalan jauh? Apakah sudah bisa duduk untuk waktu yang lama? Apakah sudah bisa mencitai tanpa harus memiliki?

Baca juga : AADP2 - Kecelakaan dan Sebuah Tanda

Setelah gue cek. Hasilnya BOOM!!! 

Bukan. Gue bukan meledak dan tubuh gue bertebaran di mana-mana. Tapi, kondisi gue belum bisa dipaksakan. Tangan gue masih beberapakali mengalami sakit.

Pinggang gue yang paling parah (karena gue sempet maksain buat kerja keras, besoknya gue tumbang). Ketakutan ini sempet membuat gue semacam telur di atas tanduk.

Terombang-ambing. Salah langkah, gue akan gagal untuk berangkat.

Tanggal 12 Agustus 2016, Pinggang gue masih mengalami rasa sakit yang lumayan membuat gue gak nyaman seharian.

Bahkan, nulis post inipun, terkadang gue butuh semacam refleksi untuk meluruskan beberapa saat supaya badan gue tetep kuat. Ya, walaupun kenyataannya gak gitu.

Gue gak mau cerita ke temen-temen Panitia. Karena, kebetulan gue juga bagian dari Panitia #KopdarNasionalBE kemaren. Tapi gue berdalih untuk berbohong ke mereka, kalo gue ada ketemu customer untuk urusan usaha gue.

Beberapa terlihat SANGAT kecewa dengan sikap gue. Tapi, gue gak bisa apa-apa. Gue cuman bisa hening lama setelah mengirim chat di grup WhatsApp itu. Kemudian gue tak pernah berani membuka setiap notif di grup itu, sampai acara selesai.

USAHA GUE MENGALAMI TITIK TERBURUK.

usaha sedang mengalami titik terendah

Ya, tahun 2016 mungkin saatnya gue berdiam diri untuk waktu yang lama. Mengkoreksi semua hal yang sudah gue lewati selama ini.

Bukan artinya gue menyalahkan tahun 2016. Bukan. Tapi, gue menyalahkan diri gue sendiri. 

Tahun 2015 gue punya kejayaan yang di luar dugaan gue. Usaha berkembang sampai mendapatkan customer di Kalimantan bahkan pernah 2x di Papua.

Itu suatu prestasi yang gak pernah gue bayangkan. Bahkan, saat itu gue memberanikan diri untuk menggunakan uang makan sebagai modal memulai usaha. 

Dan cara terbaik adalah gue berpura-pura gak punya duit untuk melalukan ritual ngemis ke orang tua supaya gue tetep bisa makan. 

Hanya saja. Allah punya cerita lain. 

Ini tepatnya gue bukan lupa diri, tapi ada sistem kerjasama yang harusnya gue pikirkan sematang mungkin, tapi gue gak melakukan itu.

Sekali lagi. Gue juga gak akan menyalahkan itu. Meskipun hal itu adalah pemicu meledaknya kegagalan gue. 

Sekarang? Gue sedang tertatih-tatih bahkan lebih tepatnya jatuh dalam hal yang gak pernah gue duga sebelumnya. Jatuh yang memang remuk. Hanya saja, belum hancur lebur.

Yang membuktikan itu adalah kepulangan gue lebih awal sebelum hari raya kemaren. Gue udah gak kuat, gue butuh waktu sendiri, gue butuh dekat dengan orang yang bisa mengerti gue.

Setelah mengalami semua kejadian itu, tepat di tanggal 12 Agustus 2016, gue juga baru tertipu sebuah perusahaan yang menawarkan pekerjaan A tapi, nyatanya bukan itu pekerjaanya. Jauh dari ekspekstasi gue.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, terpegang kecoak. Mampuslah gue.

Terus, kenapa sekarang Pangeran masih mau bangkit dan maju lagi?


Gak ada alasan gue harus diam. Yang jelas, alasannya simple. Karena ada Allah, Orang tua dan Dia. Tiga hal itu yang kembali menguatkan gue. Meratapi jatuhnya diri bukan cara paling baik yang pernah gue lakukan. 

Gue bukan orang yang seharusnya lemah. Gue bukan orang yang seharusnya pasrah. Gue Heru Arya, mampu berdiri meski sudah terlalu banyak luka di sekujur tubuh. Guepun bangkit, optimis, usaha dan do’a untuk memulai semuanya kembali.

Ow, ya Pangeran. Seandainya Pangeran jadi ke Bandung kemaren, apa yang akan Pangeran lakukan?


Hem… Membaca pertanyaan di atas sebenarnya membuat gue sedih. Tapi, mungkin dengan menuliskan rencana ini, jalan gue untuk bisa bertemu sahabat yang sudah lama gue kenal ini akan dimudahkan.

Begini cerita rencana gue 1 tahun yang lalu.

Sebelum ada keputusan di mana tempat pelaksanaan #KopdarNasionalBE yang pertama itu, gue sudah menyarankan mereka semua untuk ke Bandung. Tanpa alasan. Gue pengen banget ke kota kembang itu.

Sampai akhirnya semua setuju memilih Kota Bandung sebagai tempat #KopdarNasionalBE pertama kala itu. 

Nah, setelah tempatnya ditentukan. Guepun mencari hotel di bandung yang punya tempat untuk bisa gue jadikan ajang foto yang tak terlupakan.

Di saat gue mencari hotel di bandung, ada salah satu panitia menyarankan untuk melakukan kegiatan #KopdarNasionalBE di Villa yang berada di bandung. Hanya saja, setelah survei dilakukan oleh temen-temen di bandung, biaya untuk per orangnya lumayan besar.

Memasuki hari kedua mencari hotel di bandung. Bahkan gue sampe mencari hotel murah di bandung yang punya view keren. Gue akhirnya menemukan Banana Inn Hotel. 

Tapi, sayangnya gue gak berani merekomendasikan hotel ini. Sebenarnya, bukan karena budget hotelnya, sih. Tapi karena hotel ini direkomendasikan oleh teman gue yang ada di bandung dan deket dari tempat ia tinggal. Sedangkan, gue gak tau bandung. 

Yasudah, guepun memilih diam. 

Temen gue itu, sekarang sedang kuliah S1 di Universitas Kristen Maranatha. Dia juga bilang kalo hotel ini berdekatan dengan Paris Van Java Mall yang tentunya gue gak akan belanja di sana, sih. Tapi, bisa gue jadikan tempat foto-foto dan…. Cuci kaki. Eh, cuci mata. 

Kan mumpung di kota kembang… Maklum, guekan kota Asap. Jadi, agak susah nemu yang bening di sini. Nggaklah.

Sebenarnya, bukan cuman karena hotel ini deket dari kampus temen gue, tapi karena fasilitasnya pas gue cek, udah buat gue ngiler banget. 

Nih, beberapa view yang harusnya jadi tempat untuk #KopdarNasionalBE kemaren (harusnya) :

Ballrom Banana Inn Hotel
Duh.....

B’Leaf Cafe Banana Inn Hotel
Gue bakalan duduk yg di pojok sebelah kiri.

Banana Inn Hotel
Seandainya...

Swimming Pool Banana Inn Hotel
Gue gak mau foto aja, pasti nyebur. Soalnya gak dalem. :D
Gimana? Gue yakin pasti akan keren banget kalo #KopdarNasionalBE yang pertama kemaren ada di Banana Inn Hotel ini. Memang, masih ada banyak hotel lainnya di bandung yang bisa gue temukan dengan view-view keren lainnya.

Cuman, begitulah rencana yang udah gue siapkan 1 tahun yang lalu. 

Rencana teteplah rencana. Gue gak bisa memaksakan suatu hal yang gak bisa gue lakukan. Mungkin Allah masih punya cerita lain dari semua yang udah gue alami tahun ini.

"Bertubi-tubi gue jatuh dalam urusan patah hati. Tapi, lebih sakit dalam urusan janji. Entah bagaimana gue harus bersikap. Yang jelas, gue harus tetap tegap dan sigap untuk hidup yang tak melarat.-Heru Arya"

---o0o---

Sebelum gue tutup, gue mau ngucapin terimakasih banget buat semua panitia #KopdarNasionalBE kemaren yang diadakan di Bandung. 

Mungkin gue udah ngecewain kalian. Tapi, mudah-mudahan gue bisa bertemu kalian semua di lain waktu.

Okelah, sepertinya itu dulu yang bisa gue bagikan kali ini. Pangeran Wortel pamit. See you….

Image by : 
  • traveloka.com

  • tulisanwortel.com

Readmore

Saturday, August 27, 2016

Kudo : Dengan Rp10000 kamu bisa Jadi Pengusaha. Mau?

kudo

Guys, sering gak ketemu sahabat kalian berwajah muram, hidungnya kembang-kempis, matanya merah. Udah, buang aja ke sungai kalo temen kalian udah kek gitu. Nggaklah. 

Maksud gue, pernah gak, kalian ketemu temen yang galau gak jelas karena pengen buka usaha, tapi modalnya kecil. Seperti yang pernah gue alami.

“Jack, kenapa muka lo kusem begitu?” (anggap aja nama temen gue Jack)

“Ini bro. Gue pengen buka usaha online shop, tapi modal gue cuman segini.” Sambil nunjukkin uang 20 ribuan.

“Hahahaha. Manalah bisa buka usaha modalnya cuman 20 ribu dua lembar gitu. Yaudah, jualan ciki-ciki aja sanah. Kan lumayan tuh.”

“Ciki-ciki gundulmu!!

---o0o---

Kalo ngomongin usaha pake modal kecil, itu seperti gue dipertontonkan video pertama saat dulu memulai usaha yang membuat gue jatuh dan bangun. Bahkan sampai saat ini.

Gue ngerti banget, semua orang pasti punya goal dalam hidup. Salah satunya Freedom Financial. Siapa sih, yang gak mau bebas mau beli apa aja, bisa.

Mau beli Rumah, bisa. Mau beli Kebon sepemiliknya juga bisa. Mau beli ciki-ciki sekelurahan juga bisa. Siapa sih, yang gak mau?

Semua orang pasti mau. 

Tapi, di zaman gue mulai usaha dulu, modal kecil itu sama seperti pakai baju, tapi gak pake celana. Iya, kalo berani maju ya sukses, kalo nggak ya gagal.

Beda dengan zaman sekarang. Kalian tetep bisa jadi pengusaha bahkan tanpa harus punya tempat. Contohnya usaha online shop. Memang, sering timbul pertanyaan : gimana sih, caranya jualan online shop dengan modal yang sedikit?

Tenang, guys. Kali ini gue akan ngasi tau ke kalian, gimana caranya kalian bisa memiliki usaha online shop dengan modal yang sedikit. Caranya, siapkan uang Rp 10.000 aja, kemudian kalian udah bisa punya usaha sendiri. Mau? 

Emang gimana caranya Pangeran?


Caranya gampang banget. Kalian cukup membuat akun di KUDO dan kalian sudah resmi jadi pengusaha. 

What..... Cuman buat akun bisa jadi pengusaha? Emang KUDO itu apa Pangeran?


Bentar. Ini bukan Kudo Shinichi di Anime itu. Bukan.... Tapi...

kudo

KUDO (Kios untuk Dagang Online) adalah sebuah perusahaan teknologi karya anak bangsa Indonesia yang menciptakan sebuah platform untuk memberikan peluang usaha kepada jutaan rakyat Indonesia dengan menjadi reseller jutaan produk ternama yang sudah bekerjasama dengan KUDO.

Nah, makanya sekarang buat kalian semua yang pengen punya usaha online shop dan gak punya modal banyak, kalian gak perlu takut.

Mulai sekarang, jadilah bagian dari KUDO dan berbanggalah karena ini karya anak Indonesia. 

Menurut gue, KUDO emang jadi solusi banget untuk (setidaknya) mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Coba bayangkan saja, hanya dengan Rp 10.000,- kalian sudah memiliki jutaan produk dalam genggaman kalian.

Terus, gimana cara jadi agen KUDO Pangeran?


Caranya gampang banget. Seperti yang gue jelaskan di awal. Kalian gak perlu punya modal yang banyak, cukup registrasi dan isi saldo. Kemudian kalian sudah dinyatakan jadi pengusaha. Nih, Pangeran kasi panduannya :

Cara menjadi agen KUDO


----o0o---

Jadi gimana? Sekarang udah gak galau lagikan, kalo pengen punya usaha online shop tapi gak punya modal banyak. Yuk, jadi bagian dari KUDO.

Bentar Pangeran, KUDO ini aman gak, sih?


Nah, pertanyaan bagus, nih. Kudo itu aman banget. Kalo kalian masih ragu, bisa cek langsung di KARIR yang sudah KUDO dapatkan. Sekarang saatnya belanja aman, usaha aman, dompet juga aman…

Okelah, sampai di sini dulu obrolan Pangeran kali ini, semoga KUDO bisa membantu memajukan negeri Indonesia yang tercinta ini ya, guys. Amin… Pangeran Wortel pamit. See You…

Image by : 
  • kudo.co.id 
  • tulisanwortel.com
Readmore
older posts back to home